Bimbingan konseling dimaksudkan untuk membantu smerupakan bantuan yang diberikan kepada siswa/peserta didik untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal sesuai


download 214.37 Kb.
jenengBimbingan konseling dimaksudkan untuk membantu smerupakan bantuan yang diberikan kepada siswa/peserta didik untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal sesuai
Kaca1/4
KoleksiDokumen
g.kabeh-ngerti.com > Gambar > Dokumen
  1   2   3   4
BAB I

PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang

Bimbingan konseling dimaksudkan untuk membantu smerupakan bantuan yang diberikan kepada siswa/peserta didik untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal sesuai dengan tahap perkembangan dan kemampuan yang dimiliki pada masing-masing siswa, serta sesuai dengan tuntutan yang positif di lingkunganya khususnnya di sekolah. Dalam kaitan ini, bimbingan dan konseling membantu siswa untuk menjadi insan yang berguna dalam kehidupannya. Bimbingan konseling mempunyai beberapa layanan, layanan tersebut akan optimal biladitunjang dengan sebuah layanan pendukung atau fasilitas yang mendukung contohnya media BK. Gagne (dalam Sadiman, dkk, 2002) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi.

Media dalam pembelajaran itu terutama Bimbingan Dan konseling dapat menggunakan media cetak seperti pamplet, postes, baner, dan elektronik seperti pemanfaatan teknologi interrnet (blog, facebook, dan jejaring sosial lainnya). Media adalah sesuatu berupa peralatan yang dapat di pakai dan dimanfaatkan untuk merangsang perkembangan dari berbagai aspek baik itu fisik, motorik, social, emosi kognitif, kreatifitas dan bahasa sehingga mampu mendorong dan memudahkan terjadinya proses belajar mengajar pada Guru/konselor dan peserta didik. Banyak sekali pendapat bahwa Guru/konselor BK tidak perlu menggunakan media baik cetak maupun elektronik sebagai alat untuk pembelajaran. Perlu diketahui setiap para pendidik atau Guru/konselor sebaiknya dapat menggunakan media yang ada agar dapat mempermudah dalam pemberian informasi kepada para peserta didik yang bertujuan agar peserta didik dapat memahami informasi atau pengetahuan secara baik.

Produksi media merupakan segalaupaya yang dilakukan nuntuk menciptakan dan mengolah media (benda visual maupun non visual) dengan cara mempergunakan segala sumberdaya (tenaga, pikiran, dandana). Dalam makalah ini, penulis akan membahas salah satu dari materi Media Elektronik Dalam Bidang Pribadi Sosial. Denganupaya memanfaatkan media elektronik diharapkan dapat digunakan sebagai upaya pengembangan kemampuan peserta didik untuk menghadapi dan mengatasi masalah-masalah pribadi-sosial dengan cara menciptakan lingkungan interaksi pendidikan yang kondusif, mengembangkan sistem pemahaman diri dan sikap-sikap positif, serta dengan mengembangkan kemampuan pribadi-sosial. Langkah-langkah apa yang dieprlukan dalam pemanfaatan media untuk mempermudah penyampaian informasi bimbingan dan konseling pada bidang pribadi dan sosial. Jenis media elektronik yang cocok untuk mendukung terlaksananya prograam bimbingan dan konseling pada bidang pribadi sosial.

  1. Tujuan Penulisan

  1. Untuk Mengetahui Peran dan Jenis Media Elektoronik yang dapat digunakan dalam Bimbingan Pribadi-Sosial

  2. Memahami bentuk media elektronik yang sedang berkembang dan tempat untuk digunakan dalam bidang pribadi-sosial

  3. Memahami cara mengembangkan media elektronik bidang pribadi-sosial

  4. Mengetahui media elektronik yang ideal dalam bidang pribadi-sosial.


BAB II

PEMBAHASAN


  1. Media Dalam BK

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Sumber pesan dalam pembelajaran adalah Guru/konselor, sedangkan penerima pesan adalah siswa atau peserta didik. Dalam Dictionary of Education, disebutkan bahwa media adalah bentuk perantara dalam berbagai jenis kegiatan berkomunikasi.bahwa media adalah sesuatu berupa peralatan yang dapat di pakai dan dimanfaatkan untuk merangsang perkembangan dari berbagai aspek baik itu fisik, motorik, social, emosi kognitif, kreatifitas dan bahasa sehingga mampu mendorong dan memudahkan terjadinya proses belajar mengajar pada Guru/konselor dan peserta didik.

Menurut Gagne (dalam Sadiman, dkk, 2002) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.

Sedangakan menurut Briggs (dalam Sadiman, dkk, 2002) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.

Berdasarkan pendapat di atas maka dapat di simpulkan bahwa media adalah peralatan yang dapat dipakai atau dimanfaatkan untuk merangsang perkembangan fisik, motorik, sosial, emosi, kognitif, kreatifitas dan bahasa anak sehingga ia mampu mendorong terjadinya proses belajar mengajar pada diri anak.

Menurut Dr. Siti Sutarmi Fadhillah Pengertian media dalam perspektif BK adalah sebagai sarana yang digunakan untuk membantu dan mempermudah proses dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Media layanan BK adalah segala sesuatu yang dapat digunakan menyalurkan pesan atau informasi dari pembimbing kepada klien atau individu yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat sehingga individu akan mengalami perubahan perilaku, sikap dan perbuatan ke arah yang lebih baik.

Media dalam bimbingan konseling sebagai hal yang digunakan menjadi perantara atau pengantar ketika Guru/konselor BK (konselor) melaksanakan program BK. Namun dalam perkembanganya Media BK tidak sebatas untuk perantara atau pengantar ketika Guru/konselor BK (konselor) melaksanakan program BK tetapi memiliki makna yang lebih luas yaitu segala alat bantu yang dapat digunakan dalam melaksanakan program BK (Diklat profesi Guru/konselor, PSG Rayon 15, 2008). Media BK dapat berperan di dalam pelaksanaan kegiatan program layanan bimbingan dan konseling sebagai alat bantu dalam melaksanakan berbagai kegiatan bimbingan dan juga kegiatan konseling individu maupun konseling kelompok. Media bimbingan dan konseling dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan layanan dan isi layanan. Hal ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam layanan bimbingan dan konseling harus melihat kepada tujuan penggunaannya dan memiliki nilai dalam mengoptimalkan layanan yang diberikan kepada siswa. Oleh karena itu dengan penggunaan media dalam layanan bimbingan dan konseling berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses layanan bimbingan dan konseling.

Berdasarkan pendapat di atas maka dapat di simpulakan bahwa media BK adalah suatu perantara yang memudahkan Konselor atau Guru/konselor Pembimbing dalam memberikan informasi atau pesan dalam melaksanakan program layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat sehingga individu akan mengalami perubahan perilaku, sikap dan perbuatan ke arah yang lebih baik.

  1. Media Elektronik Bimbingan dan Konseling

Media elektronik adalah media yang menggunakan elektronik atau energi elektromekanis bagi pengguna akhir untuk mengakses kontennya.Istilah ini merupakan kontras dari media statis (terutama media cetak), yang meskipun sering dihasilkan secara elektronis tapi tidak membutuhkan elektronik untuk diakses oleh pengguna akhir. Sumber media elektronik yang familier bagi pengguna umum antara lain adalah rekaman video, rekaman audio, presentasi multimedia, dan konten daring. Media elektronik dapat berbentuk analog maupun digital, walaupun media baru pada umumnya berbentuk digital.

Media elektronik adalah sebuah media yang menyampaikan sesuatu, yang berbentuk elektronik.Media elektronik dapat di artikan sebagai perangkat teknologi yang dapat mengantikan media kertas yang bisa di gunakan.Dengan media elektronik kita dapat memperoleh sumber informasi yang sedang hangat ataupun yang sudah berlalu.Media elektronik adalah seluruh alat media yang memakai energy elektromekanis untuk mengakses kontennya.

Pengetian sederhana, dari media elektronik adalah semua informasi atau data yang di ciptakan, di distribuasikan, serta di akses memakai bentuk elektronik, energy elektromekanis ataupun peralatan yang di pakai dalam komunikasi elektronik.Manfaat yang sering di rasakan dari media elektronik ini yaitu sebagai sarana hiburan, relaksasi, dan untuk pendidikan.Dengan kehadiran media ini, siswa mempelajri budaya, mempromosikan kreativitas, mengetahui sudut pandang orang lain, memperoleh inspirasi, dan lain-lain.Dan Guru/konselor juga dapat menggunakan media elktronik dalam penyampaian materi pelajaran atau layanan, asalkan di sesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Dalam penggunaan media elektronik, hal yang harus di ketahui oleh Guru/konselor bahwa terdapat berbagai efek negatif dari media elektronik, di antaranya:

  1. Efek radiasi

Efek radiasi ini adalah radiasi dari handphone, terutama bagi anak-anak, radiasi yang di pancarkan dari handphone sangat berbahaya dan menyebabkan tumor dan kanker otak

  1. Bullying

Media elektronik sering di manfaatkan sebagai media terror dalam melakukan aksi bullying di sekolah

  1. Pornografi dan kekerasan

Media seperti internet dan televisi berisi berbagai informasi yang dapat dengan mudah di ketahui, termasuk soal pornografi dan kekerasan.

Media BK Elektronik merupakan suatu media BK yang digukanan dalam bentuk elektronik atau peralatan yang sifatnya hanya dapat dipakai dengan menggunakan arus listrik atau daya. Adapun bentuk media BK elektronik bedasarkan fungsinya yang ideal menurut penulis yaitu :

  1. Komputer /Laptop

Komputer/Laptop Merupakan alat atau media yang digunakan dalam proses konseling. Di dalam fungsinya sebagai penyampai informasi komputer/ laptop dapat digunakan jika mempuyai program (software) atau aplikasi khusus untuk pelayanan konseling secara otomatis. Jadi konseli mencari pemecahan masalah atau kebutuhannya sendiri melalui program interaktif konseling (software) yang dirancang khusus agar konseli tersebut dapat mengeksplorasi permasalahannya, mencari informasi yang dibutuhkan dari sejumlah informasi yang disediakan, dan menentukan alternatif pemecahan masalah yang ditawarkan. Dalam penggunaan fasilitas ini, konseli dimungkin untuk tidak perlu bertemu dengan konselor jadi sangat membantu sekali dan mempermudah konseli dalam menyelesaikan masalahnya.

Komputer yang fungsinya sebagai alat penyampai informasi juga dapat digunakan ketika konselor membagikan sebuah informasi melalui grup media sosial seperti facebook.

Penggunaan komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan seperti yang dinyatakan oleh Baggerly sebagai berikut:

    1. Akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik;

    2. Akan meningkatkan kunjungan ke web site, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa;

    3. Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan;

    4. Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email;

    5. Tidak akan menimbulkan kebosanan;

    6. Dapat ditemukan silabus, kurikulum dan lain sebagainya melalui website; dan

    7. Terdapat pengaturan yang baik

  1. Kekurangan Komputer

Selanjutnya Benny dan Tita (2000) memberi penjelasan. Disamping memiliki sejumlah kelebihan, komputer sebagai sarana komunikasi interaktif juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pertama adalah tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program komputer, terutama yang dirancang khusus untuk maksud pembelajaran. Disamping itu, pengadaan, pemeliharaan, dan perawatan komputer yang meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) memerlukan biaya yang relatif tinggi. Oleh karena itu pertimbangan biaya dan manfaat (cost benefit analysis) perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan komputer untuk keperluan pendidikan. Masalah lain adalah compatability dan incompability antara hardware dan software.

Penggunaan sebuah program komputer biasanya memerlukan perangkat keras dengan spesifikasi yang sesuai. Perangkat lunak sebuah komputer seringkali tidak dapat digunakan pada komputer yang spesifikasinya tidak sama. Disamping kedua hal di atas, merancang dan memproduksi program pembelajaran yang berbasis komputer (computer based instruction) merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Memproduksi program komputer merupakan kegiatan intensif yang memerlukan waktu banyak dan juga keahlian khusus.



  1. Audio Tape Recorder


Media audio adalah media yang berkaitan dengan pendengaran, pesan yang akan disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang. Menurut Djamarah (2002:140) "Media Auditif adalah media yang mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette Recorder, dan piringan hitam". Seperangkat media auditif yang biasanya ditemukan terdiri atas dua bagian yang berbeda dalam fungsi maupun pengoperasiannya. Kedua bagian tersebut adalah radio dan Tape Recorder (Tape Casette). Media audio dengan alat perekam sering disebut Audio cassette atau Tape Recorder. Pengertian audio Tape Recorder menurut Sudjana (1994: 129) adalah sebuah bahan pengajaran yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita suara atau piringan suara), yang dapat merangsang pikiran. perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga terjadi proses belajar mengajar.

Hamidah (2003:14) menjelaskan bahwa Tape Recorder merupakan salah satu media audio elektronik yang terdiri atas hardware dan software. Hardware berupa Tape Recorder, sementara itu software-nya adalah kaset yang berisi pesan. Tape Recorder ini sangat cocok untuk pembelajaran menyimak. Namun juga bukan pula berarti pembelajaran kemampuan yang lain seperti berbicara, menulis, sastra, dan kebahasaan tidak bisa menggunakan media ini.

  1. Fungsi Tape Recorder ( Cassette ) dalam Media Pembelajaran

  1. Meningkatkan komunikasi audio

  2. Membuat suasana belajar lebih mantab dan komunikatif

  3. Mengembangkan apresiasi dan imajinasi siswa terhadap hal-hal yang disajikan

  4. Dapat merangsang partisipasi aktif pendengarnya

  5. Sangat tepat untuk materi musik dan bahasa

  6. Mengatasi batas waktu dan ruang

  1. Prinsip Atau Cara Kerja Tape Cassette

Perekaman magnetik lahir ke dunia perekaman pada tahun 1898, ketika rekaman telegraphone kawat-mesin diciptakan oleh penemu Denmark Valdemar Poulsen. Sayangnya, mesin ini adalah miskin dalam kualitas karena tidak mengandung penguat yang tepat dan kawat, magnet rekaman jadi tertunda selama beberapa dekade melibatkan Present-hari. rekaman menggunakan pita daripada kawat. Sebuah tape recorder terdiri dari beberapa motor yang mentransfer rekaman itu dari satu gulungan yang lain. Lain. Motor menyelenggarakan fungsi cepat-maju dan mundur, dan memberikan torsi untuk mengambil-up reel selama pemutaran mesin Kebanyakan memiliki tiga kepala, satu untuk pemutaran , satu untuk penghapusan, dan satu untuk merekam.

Rekaman itu sendiri biasanya terbuat dari bahan plastik - selulosa asetat atau poliester - dan umumnya 1 / 4 "lebar untuk digunakan di rumah. Hal ini dilapisi di satu sisi dengan begitu banyak partikel oksida besi yang satu inci dari tape berisi hampir satu triliun partikel berbeda! gulungan berukuran Beberapa tersedia, serta peluru dan kaset, yang memerlukan mesin-mesin khusus untuk mengoperasikannya.

Perekaman magnetik lebih unggul untuk merekam disk karena itu dengan mudah dapat diedit. Tape dapat dipotong dan disambung dengan mudah.. Selain itu, rekaman dapat digunakan kembali tanpa batas dengan menghapus dan kembali rekaman Sayangnya, rekaman tape tidak bisa diproduksi secara massal murah seperti catatan dapat Disc. mudah dapat ditekan dengan cara mekanis, tetapi banyak kaki rekaman yang terdiri dari sebuah kumparan harus dicatat secara manual. Compact Cassette Recorder atau kadang disebut sebagai tape recorder adalah alat yang digunakan untuk merekam dan memainkan ulang audio yang tertanam pada pita magnetik. Meskipun saat ini Tape Recorder sudah mulai menghilang dari pasaran namun, tape recorder masih digunakan dalam hal-hal tertentu yang bersifat Resmi.

Berikut akan kami bahas tentang Blok Diagram Compact Cassette Recorder secara sederhana dengan disertai prinsip kerjanya.

  1. Prinsip Kerja Tape Recorder

  1. Sinyal dari Microfon diperkuat oleh penguat perekam. Blok oscilator bias frekuensi tinggi menghasilkan tegangan frekuensi tinggi untuk pragmentasi pita supaya proses merekam terhindar dari cacat.

  2. Dari celah udara kepala rekam keluar medan magnetis dengan seirama dengan sinyal dari mikrofon

  3. Pada pita rekam terjadilah bidang-bidang rekam (zone) magnetis karena adanya induksi dari kepala rekam. Selama merekam, pita bergerak beraturan melalui muka celah udara kepala rekam.

  4. Sebelum terjadi proses pada point 2 dan 3, Pita rekam telah dilewatkan dari head hapus dimana menghasilkan frekuensi tinggi yaitu sekitar lebih dari 1 KHz. Dengan melewati pita rekam ini, seluruh fluks magnetis yang tertanam pada pita rekam telah dihapus.

  5. Pita yang telah mengandung rekaman magnetis apabila bergerak beraturan dengan kecepatan yang sama pada waktu merekam, maka oleh zone-zone magnetis diimbaskan tegangan imbas pada kepala reproduksi. Sinyal ini diperkuat oleh penguat Reproduksi dan oleh Loudspeaker diubah menjadi getaran mekanik. Inilah yang disebut keadaan “Main Ulang”.

  6. Blok Oscilator Hapus berfungsi sebagai Oscilator pembangkit frekuensi tinggi guna menghapus pita dari rekaman yang terdahulu.

  1. Manfaat Tape Casette

Perekam kaset audio ini adalah yang paling popular dalam masyarakat. Untuk berbagai keperluan maka dibuat pita kaset dalam beberapa kualitas, yaitu dari yang paling rendah, normal dan metal. Namun umumnya program audio (untuk pendidikan), dibuat di atas pita kaset normal

  1. Kelebihan dari cassette tape recorder yakni:

  1. memiliki fungsi ganda yang efektif

  2. cepat dan praktis

  3. dapat diputar berulang tanpa mempengaruhi suara

  4. digunakan sewaktu-waktu

  5. mudah diperbanyak/direproduksi

  6. mudah menggunakan.

  1. Sedangkan keterbatasannya sebagai berikut:

  1. rekaman hanya memberikan konsumsi suara saja

  2. komunikasi hanya satu arah saja

  3. pita kaset suara memiliki kekuatan terbatas

  4. tidak memiliki jangkauan yang luas.

  1. Jenis-jenis Tape Recorder

Pada umumnya Panjang pita kaset 2400 feet, lebarnya 0.5 inch dan tebalnya 2 mm. Data disimpan dalam bintik kecil yang bermagnit dan tidak tampak pada bahan plastik yang dilapisi ferroksida. Flexible plastiknya disebut mylar. Mekanisme aksesnya adalah tape drive. Jumlah data yang ditampung tergantung pada model tape yang digunakan. Untuk tape yang panjangnya 2400 feet, dapat menampung kira-kira 22.500.000 karakter. Penyimpanan data pada tape adalah dengan cara sequential. Cassette Tape (Pita Kaset) dibagi menjadi 3 bagian :

  1. Audio Cassette (Kaset Audio)

Berfungsi untuk Menyimpan lagu/musik dengan format Binary Digit menggunakan sistem Frequency Shift Keying. Alat Pemutar dan Perekam lagu/data informasi berupa Tape Recorder. Macam-macam Kaset Audio :

  1. Cassette Tape. Selain digunakan dari Komputer, Casstte tape juga dapat diputar dan direkam melalui tape recorder. Memiliki ukuran panjang 4 inch dengan lebar 2.5 inch.

  2. RCA Victor pita cartridge adalah format pita magnetik yang dirancang untuk menawarkan stereo seperempat inci -to-reel tape reel dalam format yang lebih nyaman untuk kebutuhan rumahan. Itu diperkenalkan pada tahun 1958, setelah empat tahun pembangunan, pada saat yang sama dengan stereoponis piringan hitam.

  3. Elcaset adalah singkat audio format yang dibuat oleh Sony pada tahun 1976, membangun ide diperkenalkan 20 tahun sebelumnya di cartridge tape RCA . Kaset itu sendiri tampak sangat mirip dengan kaset standar, hanya lebih besar-sekitar dua kali ukuran.

  4. Kaset tunggal (CS, juga dikenal dengan merek dagang "Cassingle" atau dikapitalisasi sebagai merek dagang "Kaset Single") adalah sebuah musik tunggal dalam bentuk Kaset Compact .

  1. Audio Video Cassette (Kaset audio video)

Berfungsi untuk Menyimpan video/gambar bergerak dengan format DCC (Digital Compact Cassette) yang dikembangkan dari format Audio Binary Digit. Alat Pemutar dan Perekam Video/gambar bergerak berupa Video Cassette Recorder. Macam-macam Kaset Video :

  1. Kaset mini, juga dikenal sebagai MiniDV atau ukuran kaset S, telah dirancang untuk digunakan amatir, tetapi telah menjadi diterima di produksi profesional juga. MiniDV kaset digunakan untuk merekam awal DV, DVCAM serta HDV

  2. ukuran kaset M digunakan dalam peralatan Panasonic profesional dan sering disebut kaset DVCPRO. perekam video kaset Panasonic yang menerima media dapat memainkan kembali dari dan merekam ke kaset menengah di berbagai rasa format DVCPRO, mereka juga akan memainkan kaset kecil berisi DV atau perekaman DVCAM, melalui adaptor.

  3. Ukuran kaset-L diterima oleh sebagian besar DV tape recorder standalone dan digunakan dalam banyak bahu-mount camcorder. cassette ukuran L bisa digunakan pada kedua Sony dan peralatan Panasonic, bagaimanapun, mereka sering disebut kaset DVCAM. Sony deck lama tidak akan bisa memutar kaset besar dengan rekaman DVCPRO, tetapi model baru bisa.

  1. Binary Cassette

Berfungsi untuk menyimpan data komputer dengan sistem binary digit. Alat Pemutar dan Penyimpan data berupa perangkat komputer.

Macam - Macam Kaset Komputer

  1. Catridge Tape atau disebut streaming tape. Dirancang untuk menyimpan hasil backup suatu file di disk. Banyak digunakan untuk komputer mini. Alat untuk membaca dan merekam data di cartridge tape adalah cartridge tape unit, yang biasanya terdapat hard disk dan disk drive di dalamnya

  2. Cassette Tape. Banyak digunakan di komputer mikro, untuk merekam lagu. Teknik untuk mewakili bilangan binari di cassette tape adalah FSK (Frequency Shift Keying).

  3. Mini-Kaset, sering minicassette tertulis, adalah sebuah format kaset diperkenalkan oleh Philips pada tahun 1962. Hal ini digunakan terutama di dikte mesin dan juga digunakan sebagai penyimpanan data untuk P2000 Philips komputer rumah.

  4. Sebuah versi lebih kecil dari Mini-Kaset itu kemudian diperkenalkan yang dapat digunakan dalam pemutar standar menggunakan adaptor, namun ini tidak menjadi meluas.

  1. Radio

Radio
  1   2   3   4

Share ing jaringan sosial


Similar:

Buku Ajar ini dimaksudkan untuk membantu dan memfasilitasi peserta...

Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis...

Kartu debit dan kartu atm adalah kartu khusus yang diberikan oleh...

Abstrak pembuatan leger jalan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan...

Buku ini ditulis untuk menghadapi bahaya yang terus membayangi tersebut....

Program studi bimbingan dan konseling

Guru dalam proses pem­belajaran di kelas dipandang dapat memainkan...

Buku ini disusun sebagai salah satu upaya agar pendidikan dan pengetahuan...

Pilihlah jawaban untuk pernyataan di bawah ini, b untuk pernyataan...

Untuk dapat memenuhi syarat untuk menjadi penerima dana dari Governors’...

Geografi


Nalika Nyalin materi nyedhiyani link © 2000-2017
kontak
g.kabeh-ngerti.com
.. Home